Kini hati ini kembali lagi seperti semula, dingin dan tersembunyi.
Entah apa atau siapa yang telah membekukan kembali perasaan ini, bagai angin di malam hari di musim kemarau.
Melebihi dinginnya angin di musim dingin, melebihi sunyinya malam, semuanya terkikis bagai batu karang yang terkena abrasi.
Ingin aku ceritakan kepada mereka dan berharap mereka tahu namun sia-sia.
Fine!!!
Rasa dan asa ini biar aku saja yang mengerti.
Entah apa atau siapa yang telah membekukan kembali perasaan ini, bagai angin di malam hari di musim kemarau.
Melebihi dinginnya angin di musim dingin, melebihi sunyinya malam, semuanya terkikis bagai batu karang yang terkena abrasi.
Ingin aku ceritakan kepada mereka dan berharap mereka tahu namun sia-sia.
Fine!!!
Rasa dan asa ini biar aku saja yang mengerti.

0 komentar:
Posting Komentar